Cek dulu, baru transfer
Idenya sesimpel itu. Ini alurnya dari awal sampai akhir, plus apa yang terjadi di balik layar.
- Langkah 1
Masukin datanya
Tempel rekening, nomor HP, nama penjual, atau website yang mau kamu cek di halaman Cek.
- Langkah 2
Lihat riwayatnya
Langsung kelihatan: berapa kali dilaporin, modusnya apa, dan kira-kira rugi berapa. Kalau belum ada laporan, kami bilang apa adanya.
- Langkah 3
Kena tipu? Lapor
Bikin laporan cuma sekitar satu menit. Satu laporanmu bisa jagain banyak orang berikutnya.
Sejauh ini
Dihitung dari laporan warga yang lagi tayang.
Di balik layar
Ini soal nama baik orang, jadi kami bikinnya hati-hati. Ada empat hal yang kami jaga.
Datanya dari warga
Semua laporan datang dari warga yang pernah berurusan langsung. Makin banyak yang lapor, makin jelas gambarannya dan makin aman kita semua. Gotong royong, versi digital.
Identitas pelapor disamarkan
Tenang, nggak usah takut lapor. Identitasmu nggak ditampilkan ke publik. Yang tayang cuma data terlapor, itu pun sebagian disamarkan.
Langsung tayang, tetap dipantau
Laporan langsung tayang biar peringatannya cepat sampai. Tim kami mantau tiap laporan baru dan nurunin yang asal-asalan, tanpa dasar, atau ternyata keliru.
Ada jalur sanggahan
Merasa dilaporin padahal nggak salah? Bisa ajukan sanggahan. Laporan di sini buat waspada, bukan vonis, dan kami memperlakukannya begitu.
“Belum ada laporan” bukan jaminan aman
Isinya tumbuh dari laporan warga, jadi modus yang baru banget mungkin belum tercatat. Belum ada laporan artinya belum ada yang lapor, bukan stempel aman. Tetap pilih cara transaksi yang aman, kayak COD atau rekening bersama.
Panduan lapor
Biar laporanmu jelas dan lengkap.
Punya pertanyaan?
Cek jawaban yang paling sering ditanya.